Breaking News
Home / Berita Fakultas / Pascasarjana USM gelar Seminar Nasional dalam rangka menjaga kesatuan NKRI

Pascasarjana USM gelar Seminar Nasional dalam rangka menjaga kesatuan NKRI

“Reaktivasi Penguatan Nilai-Nilai Hukum & Ekonomi Dalam Rangka Menjaga Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagaimana telah diketahui, Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri diatas keberagaman, baik suku, agama, maupun adat istiadat di Indonesia. Atas dasar hal tersebut Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Reaktivitas Penguatan Nilai Nilai Hukum Dalam Rangka Menjaga Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia” selasa 16 Mei 2017 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Semarang (USM) dengan menghadirkan pembicara Hevearita Gunaryati , Mujib Rohmat, Sugiyanto, Joko Priyono dengan keynote Speaker Wakil Gubernur Jawa tengah Heru Sudjatmoko.
Heru Sudjatmoko menyampaikan siapapun diera kapanpun semua pemimpin harus mengemban misi melindungi seluruh rakyat Indonesia dan tanah tumpah darah Indoneia tanpa membeda bedakan. Sejalan dengan penjelasan tersebut , problema besar yang dihadapi para perintis kemerdekaan dan pendiri negara pada waktu itu ialah bagaimana membangun suatu kehidupan berbangsa diatas landasan keberagaman. Hevearita Gunaryanti menyampaikan materi tentang manajemen strategi penguatan nilai-nilai ekonomi kerakyatan kota Semarang dalam rangka mendukung keutuhan NKRI yang berpedoman pada visi kota Semarang berdasarkan Perda No 6 Tahun 2016 RPJMD Kota Semarang 2016-2021 yaitu Semarang kota perdagangan dan jasa yang hebat menuju masyarakat semakin sejahtera dengan mengedepankan aspek kekuatan gotong royong bangsa Indonesia untuk pembangunan yaitu pajak yang sangat bermanfaat untuk pembangunan kota Semarang yang sangat bersinkronisasi dengan lima (5) misi kota Semarang yaitu mewujudkan kehidupan masyarakat yang berbudaya dan berkualitas, mewujudkan pemerintahan yang semakin handal untuk meningkatkan pelayanan publik, mewujudkan kota metropolitan yang dinamis dan berwawasan lingkungan dan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis keunggulan local dan membangun iklim usaha yang kondusif. Hal senada disampaikan Mujib Rohmat dengan menyampaikan tema Politik Hukum Bhinneka Tunggal Ika dalam rangka menjaga eksistensi NKRI, NKRI adalah pilihan terbaik karena pada saat penyusunan UUD 1945 oleh BPUKI , mayoritas pendiri Negara kita bersepakat untuk memilih bentuk republik dan kesatuan untuk Negara yang akan didirikan berlandaskan Pancasila sebagai sumber dan dasar politik hukum. Mujib menambahkan bahwa UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan Perundang-undangan menegaskan bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum Negara sebagai konsekwensi logisnya, pilihan ini juga mengharuskan politik hukum nasional berpedoman pada Pancasila. Rahmat Bowo Suharto menyampaikan tema seminar penguatan hokum dalam rangka menjaga eksistensi NKRI , dan sejalan dengan penjelasan tersebut, problema besar yang dihadapi para perintis kemerdekaan dan pendiri Negara pada waktu ialah bagaimana membangun suatu kehidupan berbangsa di atas landasan keberagaman social budaya yang berakar dalam substruktur yang disebut suku, suku bangsa, atau satuan kolektif lainnya baik yang kultural maupun religius. Dengan demikian dapat dipahami mengapa obsesi awal para pendiri bangsa ini berkutat pada upaya bagaimana membangun persatuan diatas keberagaman. Joko Priyono menyampaikan empat point dalam kehidupan dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian dapat dipahami mengapa obsesi awal para pendiri Negara adalah membangun persatuan di atas keberagaman.

About Humas USM