Universitas Semarang

Mahasiswa Ilkom USM Gelar Campaign Kebudayaan

AYANG FITRIANTI, S.S. | 22 July 2019


Semarang – Perkembangan budaya indonesia saat ini sudah mulai terkikis perlahan-perlahan seiring dengan perkembangan zaman yang lebih maju dan modern, saat ini banyak masyarakat secara perlahan meninggalkan budaya lokal atau tradisional dan lebih memilih budaya yang lebih modern.

Hal inilah yang kemudian menjadi ide dasar bagi mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang untuk melakukan kegiatan kampanye, yaitu mengenai budaya dan komunikasi.

Mengusung tema budaya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat kepada budaya yang lama lama makin ditinggalkan.

Dimulai dari campaign “Tak Kenal Maka Tak (5)wayang” dimana mahasiswa ingin menyampaikan meskipun wayang  sudah tidak digunakan sebagai sumber media komunikasi penyampai pesan,namun tokoh pewayangan memiliki suri tauladan bagi generasi muda zaman sekarang yang memberikan contoh penanaman budi pekerti.

Selanjutnya ada campaign “Kuy Gamelan Lur” dimana mahasiswa ingin memperkenalkan alat music tradisional gamelan yang sudah mulai ditinggalkan di area CFD Simpang Lima Semarang

“Traditional Dance, Siapa Takut!”juga diangkat sebagai salah satu campaign karena mahasiswa prihatin bahwa banyak sekali remaja yang lebih fasih menarikan tarian Kpop dibanding tari tradisional yang merupakan kekayaan budaya Indonesia.

Campaign selanjutnya mengangkat tema “Wong Jowo Ojo Lali Jawane” yang mengajak masyarakat untuk menyanyi dan berpantun jawa seperti lagu Semarangan, Bengawan Solo, Gundul Gundul Pacul, dan Suwe Ora Jamu.

Mahasiswa juga menggelar Campaign “Dongeng Nusantara Bersama Kak Kempho” di Taman Indonesia Kaya. Pada campaign ini mahasiswa ingin mengangkat kembali cerita rakyat Nusantara kepada kaum millennial sekarang dan membangkitkan minat baca anak terhadap dongeng. Disini juga meningkatkan peran orang tua untuk mengenalkan dongeng kepada anaknya dimana akan terjadi komunikasi dan mempererat hubungan antara anak dan orangtua.

Campaign terakhir mengangkat tema “Melestarikan Lagu dan Permainan Tradisional” yang berangkat dari anak anak zaman sekarang yang lebih suka mendengarkan lagu orang dewasa dan bermain dengan gadgetnya.

Uniknya, kegiatan kampanye tersebut merupakan mata kuliah Komunikasi Budaya yang ditawarkan pada jurusan Ilmu Komunikasi FTIK USM untuk mengasah kreatifitas mahasiswa