Universitas Semarang

Mahasiswa USM Sosialisasikan Anti Kekerasan Anak

AYANG FITRIANTI, S.S. | 07 January 2019

Semarang – Universitas Semarang (USM) melalui Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) bekerjasama dengan PPT Seruni gelar kegiatan Sosialiasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang diselenggarakan di TK Ahbabul Ulum, Ngablak Indah, Genuk, kemarin (6/1)


Banyaknya kasus kekerasan yang makin marak terjadi di Indonesia menjadi dasar adanya sosialisasi ini. Data menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 73,7 persen kekerasan terhadap anak terjadi di rumahnya sendiri sedangkan berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu, Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Berbasis Gender (PPT Seruni), terjadi 4.294 kasus dalam rentang waktu 2011 sampai 2016.

Psikolog di PPT Seruni, Diana Mayorita mengatakan, kekerasan tidak hanya terjadi terhadap kalangan perempuan saja, melainkan juga laki-laki."Akhir-akhir ini kekerasan terhadap anak makin marak terjadi seperti ditampar, dipukul, disiksa. Pelakunya bisa dari siapa saja, bahkan bisa datang dari lingkuungan terdekat," kata Diana usai kegiatan Sosialisasi tersebut.
Menurutnya, kekerasan fisik dan emosional pada anak perempuan cenderung dilakukan oleh ibu. Dampak yang ditimbulkan, kata dia, dapat mengganggu kesehatan psikis dan mental anak yang akan berpengaruh pada sikap dan perilaku pada masa mendatang.

"Data yang kami dapat dari KPAI, kekerasan yang terjadi tahun 2007 sampai 2016 yang dilakukan oleh ibu sebesar 66,34 persen," “Itu saja yang ketahuan, belum lagi yang menjadi gunung es” tambahnya

Sebenarnya pola asuh yang baik dan benar,dapat meminimalkan terjadinya kekerasaran pada anak."Alangkah baiknya orang tua tidak melakukan tindakan kekerasan baik jiwa maupun fisik terhadap anak, karena akan mengganggu psikis mereka dan menyebabkan trauma hingga dewasa," tutupnya.

Hal serupa juga telah dilakukan pada bulan sebelumnya oleh mahasiswa USM, dengan menggandeng berbagai organisasi yang peduli dengan isu kekerasan tersebut, seperti salah satunya LSM setara, dan LSM LSM serta organisasi lainnya adalah bentuk kepedulian dari mahasiswa USM untuk turut serta dengan isu tersebut.