Universitas Semarang

Siswa SMK Harus Siap Berwirausaha

Saiful Hadi | 25 July 2018

SEMARANG- Dunia agribisnis dirasa sangat kurang sebagai bekal siswa SMK ketika lulus sekolah dan harus dihadapkan dengan kondisi siap untuk terjun di dunia kerja. Oleh karena itu perlu adanya wawasan tambahan bagi mereka salah satunya wawasan mengenai pengolahan tanaman hasil budidaya sehingga mampu menghasilkan produk untuk dikembangkan dalam dunia usaha.

Hal ini yang disampaikan Ir Dewi Larasati Msi, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang pada kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertajuk “Sosialisasi Penanganan Pascapanen Buah Pisang dan Olahannya” di SMK Muhammadiyah 04 Mlatiharjo Demak (21/7).

Kegiatan yang diikuti 50 siswa jurusan Agribisnis ini dihadirkan narasumber antara lain, Ir Dewi Larasati Msi (Penanganan Pascapanen Buah Pisang), Ir Bambang Kunarto MP (pembuatan tepung pisang), Ir Ery Pratiwi MP (Pengolahan Brownis Pisang), Ir Elly Yuniarti Sani Msi (pengolahan dodol pisang) serta diikuti 2 perwakilan mahasiswa FTP USM Welly dan Shofa.

“Kegiatan ini mampu menambah wawasan bagi para siswa serta menunjang keahlian dan kompetensi mereka lebih meningkat. Kami memberikan materi penanganan pasca panen mulai dari pemanenan hingga pengemasan, serta ditambah pelatihan langsung bagaimana cara pengolahannya” Ujar Dewi Wakil Dekan.

“Jadi pengetahuan mereka tidak hanya budidaya tapi juga pengolahan. Karena lulusan SMK, mereka diharapkan bsa langsung melakukan aplikasi dengan apa yang telah kita berikan. Jadi walaupun tidak melanjutkan kuliah mereka tetap bisa melakukan pengolahan untuk berwirausaha” paparnya.

Dewi juga mengaku kegiatan tersebut mendapatkan respon yang bagus dari pihak kepala sekolah yang berencana mengadakan kerjasama agar para guru bisa mengikuti pelatihan-pelatihan di USM.

Sementara Ir Elly Yuniarti Sani Msi dalam memandu pengolahan dodol pisang menyampaikan bahwa satu komoditas seperti pisang bisa dimanfaatkan untuk beberapa jenis olahan atau produk seperti dodol, brownis serta produk minimal seperti tepung pisang untuk penyimpanan yang lebih lama.

“Kami mengajarkan bagaimana mengolah hasil pangan yang memiliki nilai jual murah menjadi produk bernilai jual tinggi. Seperti dodol pisang itu memanfaatkan pisang-pisang yang sudah terlalu tua yang biasanya sudah tidak laku dipasaran, kami olah menjadi produk dodol sehingga bisa dijual kembali” tambahnya.