Universitas Semarang

USM Jalin Kerjasama dengan Rumah Pancasila

AYANG FITRIANTI, S.S. | 04 January 2019

 

Semarang Universitas Semarang (USM) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB) gelar kunjungan ke Rumah Pancasila yang beralamat di Jl. Semarang Indah Kelurahan Tawangmas Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang pada hari Jumat (14/12/2018). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan UKM PIB yang dibentuk USM dan merupakan UKM PIB pertama di Indonesia. Selain itu, goal dari kunjungan tersebut sendiri adalah hubungan kerjasama dalam mengimplementasikan Pancasila.

Kegiatan yang mengangkat tema pentingnya peran remaja dalam menangkal radikalisme dan terorisme khususnya dalam lingkungan kampus menjadi sangat menarik ketika terjadi dialektika antara Theodorus Yoseph Parera, S.H., M.H. selaku Pendiri Rumah Pancasila dan Michael Adhitya Reksawardana selaku Ketua Rumah Pancasila dengan ketiga perwakilan UKM PIB, yakni Robiatul Adawiyah selaku Ketua UKM PIB, Agus Surono selaku Sekretaris UKM PIB, dan Muhammad Arafat selaku Bidang Kerjasama.

“Anak-anak muda harus punya benteng diri untuk menangkal berbagai propaganda radikalisme berbahaya. Konten-konten radikal salah satunya beredar di media-media sosial,” ujar Yoseph. Kehadiran UKM PIB ini sebagai solusi bagi permasalahan di tengah-tengah masyarakat khususnya lingkungan kampus yang indikasi rendahnya moralitas dan minimnya pemahaman tentang wawasan kebangsaan sudah tercium.

 “Kita akan melakukan pembinaan ideologi Pancasila dengan berpedoman pada Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara dan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya harap kita bisa bekerjasama dalam berbagai hal termasuk dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan kami di awal tahun 2009,” kata Robi. “Kita harus berjalan beriringan, karena tujuan kita sama. Dan bagaimana akhirnya dapat diimplementasikan dan dirasakan hasilnya,” tambah Yoseph.

Kedua lembaga sepakat itu bersinergi dan berjalan beriringan. Harapan yang besar melalui hubungan yang positif dan progresif ini, mahasiswa memiliki integritas, kompetensi, dan berjiwa nasionalis. Selain itu, bentuk pengabdian yang tentunya akan diberikan pada masyarakat diharapkan pula akan membawa pembaharuan hukum, sosial, dan budaya. Pada akhirnya Indonesia menjadi lebih baik tanpa radikalisme dan terorisme serta setiap langkah kita berpedoman pada Pancasila sebagai batu penguji.