Universitas Semarang

USM Tak Lewatkan Momentum Pertama Pendirian UKM PIB

AYANG FITRIANTI, S.S. | 04 January 2019

SemarangUniversitas Semarang (USM) dengan tanggap dan cepat menindaklanjuti Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB). USM tidak melewatkan momentum menjadi yang pertama bagi Perguruan Tinggi untuk mendirikan UKM PIB. Dengan bangga, Prof. Dr. H. Muladi, S.H. selaku Ketua Pembina Yayasan Alumni Universitas Diponegoro saat menjadi pemateri dalam kegiatan Gelar Operasional dan Pembinaan Akhir Tahun 2018 POLDA Jateng di Kantor POLDA Jateng pada hari Rabu (05/12/2018) menyampaikan dan memperkenalkan bahwa USM telah memiliki Pusat Kajian Anti Radikalisme dan Terorisme dan UKM PIB. Hal ini menunjukkan bagaimana kepedulian dan keseriusan USM dalam menangkal radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus.

 

“Radikal belum tentu teroris, tapi teroris pasti radikal”, ujar Prof. Dr. H. Muladi, S.H. yang kala itu mengisi kegiatan tersebut. Terorisme yang merupakan extra ordinary crime ini merupakan permasalahan cukup krusial. Di lingkungan kampus, hal ini juga menjadi perhatian khusus. USM mendirikan Pusat Kajian Anti Radikalisme dan Terorisme setelah melakukan MoU dengan Kapolda Jateng di waktu yang lalu dan kini mendirikan UKM PIB setelah dikeluarkannya Permenristekdikti sebagai wujud dukungan anti radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus. Pembinaan ideologi bangsa penting untuk menumbuhkan dan/atau memperkuat nasionalisme dan patriotisme. Bangsa yang besar adalah yang tahu akan sejarahnya.

 

“Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa, agama, ras, dan budaya. Bangsa kita lahir karena unsur obyektif bukan unsur subyektif,” ujar Prof. Dr. H. Muladi, S.H. Oleh karenanya, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan konsensus dasar berbangsa dan bernegara perlu diterapkan.

 

“Dari keserbamajemukan disatukan dengan Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berpedoman pada Pancasila yang terletak dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang kemudian dijabarkan dalam batang tubungnya. Mahasiswa USM harus berwawasan kebangsaan dan memegang teguh konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” ujar Robi.

 

UKM PIB yang pendiriannya cukup singkat ini diketuai oleh Robiatul Adawiyah dari Fakultas Hukum sebagai pembinanya adalah Tri Mulyani, S.Pd., S.H., M.H. dengan penasehatnya, antara lain Dr. Mochamad Chaerul Latif, M.Si., Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H., dan Ade Adriansyah, A.Md., S.T., M.H. Harapan besar dari USM terhadap UKM PIB ini untuk melakukan perannya dalam pembinaan ideologi bangsa, sehingga radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus USM dapat terhindari mengingat isu tersebut hangat diperbincangkan oleh publik dikaitkan pula dengan tahun politik yang menambahkan ketegangan di tengah-tengah masyarakat. SALAM PANCASILA!

 

VISI UKM PIB

“Terwujudnya UKM PIB sebagai Penjaga Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara Republik Indonesia”