Universitas Semarang

BEM USM Gelar Sinau Budaya & Sekolah Parlemen Muda

AULIA ADE HANISA, S.E. | 03 May 2018

SEMARANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Semarang (USM)  menggelar Harmoni Kebangsaan 2018 dilaksanakan pada Rabu (2/5) pukul 12.00- 22.30 di Auditorium Ir. Widjatmoko USM.
Acara ini membahas Bagaimana langkah konkrit pemuda-pemuda untuk mempertahankan Budaya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) demi terciptanya Kekuatan dan Ketahanan Nasional. Semangat Harmoni Mempertahankan Budaya Bangsa , untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera
Kegiatan yang bertemakan “Sinau Budaya & Sekolah Parlemen Muda” acara ini dibuka oleh Rektor USM Andy Kridasusila SE MM dan dihadari oleh Wakil Rektor III Dr. Mochamad Chaerul Latief, M Si serta Dekan dan Mawapres USM.
Sementara kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Kolonel Putranto Gatot Sri Handoyo S.Sos, MM (Asrendam Kodam IV Diponegoro), Dr Dhanang Respati Puguh M Hum (Kepala Departemen Ilmu Budaya Undip) dimoderatori oleh Prof Dr Rustono M Hum sebagai Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Unnes.
Dalam sambutannya, Andy Kridasusila menyampaikan acara sinau budaya ini memberikan semangat dari mahasiswa  BEM USM dalam menyelenggarakan kegiatan ini merupakan patut membanggakan, karena bagaimana pun mahasiswa dalam sebagai generasi muda sekarang disebut generasi milenial.
“Kami berharap wawasan yang disampaikan dari narasumber untuk para mahasiswa bagaimana budaya itu menjadi suatu sangat penting banyak Negara kalau dicermati, budaya menjadi faktor utama untuk mencapai kemajuan”,tambahnya.
Hamka Jawara Barawisnu selaku Ketua Panitia mengatakan Tujuan dari pada kegiatan Sinau Budaya yaitu memberikan edukasi mengenai bagaimana awal terbentuknya budaya dan peristiwa budaya di masyarakat Indonesia yang terkenal dengan pluralisnya sehingga masyarakat yang saat ini mulai lupa khususnya pemuda dalam mempelajari budaya dapat kembali semangat dalam hal nguri" budaya atau melestarikan budaya sekitar. Sehingga akan menguatkan integritas bangsa dan simbol karakter bangsa.
Kolonel Putranto Gatot Sri Handoyo mengatakan sejarah bangsa Indonesia sejak dimulai zaman perjuangan dahulu sampai sekarang ini peran muda sangat menonjol, bangsa kita adalah bangsa petarung, bangsa pejuang bukan bangsa pecundang.
“Acara ini sangat penting bagi generasi muda. Semoga dengan adanya acara ini pemuda pemudi penerus bangsa dapat mempertahankan budaya NKRI dengan baik”, Ucap Eva Devia Asari salah satu mahasiswa usm.
SEMARANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Semarang (USM)  menggelar Harmoni Kebangsaan 2018 dilaksanakan pada Rabu (2/5) pukul 12.00- 22.30 di Auditorium Ir. Widjatmoko USM.
Acara ini membahas Bagaimana langkah konkrit pemuda-pemuda untuk mempertahankan Budaya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) demi terciptanya Kekuatan dan Ketahanan Nasional. Semangat Harmoni Mempertahankan Budaya Bangsa , untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera
Kegiatan yang bertemakan “Sinau Budaya & Sekolah Parlemen Muda” acara ini dibuka oleh Rektor USM Andy Kridasusila SE MM dan dihadari oleh Wakil Rektor III Dr. Mochamad Chaerul Latief, M Si serta Dekan dan Mawapres USM.
Sementara kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Kolonel Putranto Gatot Sri Handoyo S.Sos, MM (Asrendam Kodam IV Diponegoro), Dr Dhanang Respati Puguh M Hum (Kepala Departemen Ilmu Budaya Undip) dimoderatori oleh Prof Dr Rustono M Hum sebagai Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Unnes.
Dalam sambutannya, Andy Kridasusila menyampaikan acara Sinau Budaya ini memberikan semangat dari mahasiswa  BEM USM dalam menyelenggarakan kegiatan ini merupakan patut membanggakan, karena bagaimana pun mahasiswa dalam sebagai generasi muda sekarang disebut generasi milenial.
“Kami berharap wawasan yang disampaikan dari narasumber untuk para mahasiswa bagaimana budaya itu menjadi suatu sangat penting banyak Negara kalau dicermati, budaya menjadi faktor utama untuk mencapai kemajuan”,tambahnya.
Hamka Jawara Barawisnu selaku Ketua Panitia mengatakan Tujuan dari pada kegiatan Sinau Budaya yaitu memberikan edukasi mengenai bagaimana awal terbentuknya budaya dan peristiwa budaya di masyarakat Indonesia yg terkenal dengan pluralisnya sehingga masyarakat yg saat ini mulai lupa khususnya pemuda dalam mempelajari budaya dapat kembali semangat dalam hal nguri" budaya atau melestarikan budaya sekitar. Sehingga akan menguatkan integritas bangsa dan simbol karakter bangsa.
Kolonel Putranto Gatot Sri Handoyo mengatakan sejarah bangsa Indonesia sejak dimulai zaman perjuangan dahulu sampai sekarang ini peran muda sangat menonjol, bangsa kita adalah bangsa petarung, bangsa pejuang bukan bangsa pecundang.
“Acara ini sangat penting bagi generasi muda. Semoga dengan adanya acara ini pemuda pemudi penerus bangsa dapat mempertahankan budaya NKRI dengan baik”, Ucap Eva Devia Asari salah satu mahasiswa usm.