Universitas Semarang

Fakultas Teknik USM tandatangani MOU dengan PII PUSAT

admins | 09 August 2017

Semarang – Indonesia sangat minim insinyur, sehingga dibutuhkan insinyur sebagai engineer yang dapat menciptakan energi yang mandiri go green. Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr Ir. Ahmad Hermanto Dardak MSc IPU saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional dengan tema “Efesiensi Energi Menuju Energi Mandiri Go Green” di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Semarang (USM) Jum’at 28 Juli 2017. Menurutnya, saat ini profesi insinyur hanya dibuka dibeberapa kampus saja seperti Undip, UGM, dan Umi Makasaar, untuk itu PII mendukung USM dalam pembukaan profesi insinyur.
Dalam seminar tersebut hadir pula beberapa narasumber lain yaitu, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT (USM), Dr Ir Sriyani MS (Undip) dan Director Baryon Hasta Persada Nuki Agya Utama PhD.

Menurut Hermanto Dardak perkembangan energi di Indonesia sangat bersaing dengan Singapura, para insinyur memiliki tugas untama untuk mengembangkan infrastruktur dan memanfaatkan energi supaya lebih efisien. Sementara menurut pakar transportasi USM, Prof Mudjiastuti Handajani, saat ini transportasi di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar minyak (BBM), sementara negara maju sudah memanfaatkan energi baru dan tingkat kepedulian pada transportasi umum sangatlah tinggi.

Sebelum acara seminar berlangsung, USM terlebih dahulu melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan PII Pusat. Penandatanganan dilakukan Rektor USM Prof. Dr.H.  Pahlawansjah Harahap, SE, MM dan Dr. Ir. Hermanto Dardak. MSc, IPU.