Universitas Semarang

Fokmi USM Cetak Kader Moderat di LKKI

AULIA ADE HANISA, S.E. | 20 March 2018

SEMARANG – UKM Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (Fokmi) Universitas Semarang (USM) berhasil mencetak kader yang bermoderat dan berkarakter aswaja melalui kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan Islam (LKKI) di Lapangan Tembak Kodam IV, Tembalang.

Kegiatan rutin tiap tahun tersebut tujuannnya membentuk kepribadian  anggota Fokmi USM menjadi kader yang memiliki keberanian dalam mengungkapkan kebenaran.

Dalam kegiatan tersebut acara dibuka oleh Pembina dua Fokmi USM Harris Setiawan SKom sekaligus menyampaikan harapan kedepannya agar para peserta bisa tetap istiqomah dan bisa meneruskan perjuangan dakwah di USM. Selanjutnya para peserta nanti bisa menjadi kader pemimpin dimana pun.

21 peserta mengikuti kegiatan selama tiga hari (16-18/03) sangat antusias dibuktikan dengan semangat mereka dalam setiap kegiatan yang telah disusun panitia. Kegiatan ini dihadiri oleh Ustadz Soiful Hadi ST M Kom, Pembina Fokmi USM Ahmad Isy’abul Izzi SKom, Pembina dua Harris Setiawan SKom serta dari Alumni Fokmi USM.

Seperti halnya dalam materi Peran Islam Moderat di Era Milineal dalam Membangun peradaban bangsa dan negara yang disampaikan oleh Dr KH M In’amuzzahidin M Ag akrab dipanggil Gus In’am, pengasuh Ponpes Nurul Hidayah mengenai bagaimana islam yang moderat, apa saja tantangan islam pada zaman modern dan bagaimana cara menghadapinya. Sehingga banyak peserta bahkan panitia yang melontarkan pertanyaan kepadanya.

Karena Fokmi USM sebagai organisasi rohis di kampus, maka peserta juga dituntut untuk berlatih berbagai hal yang berhubungan dengan agama islam seperti NGALAM (Ngaji Malam). Kegiatan malam yang berisi menguji kemampuan peserta akan hal Asma’ul Husna, Ilmu Tajwid, Sambung Ayat Al-Qur’an, dan Hafalan Hadist. Tujuannya untuk mengingat kemampuan peserta agar kedepan mereka mendapatkan lebih bimbingan untuk belajar agama.

Dalam materi lain yang diisi Ustadz Soiful Hadi ST M Kom, beliau menyampaikan Kuota umur bisa di perpanjang tergantung pada 3 kunci yakni Silaturrahmi, Shodaqoh Jariyah dan Tholabul ‘Ilmi.

Selain materi tersebut, para peserta juga digembleng secara fisik untuk melatih kekuatan kaki atau baris berbaris dan berkreasi imajinasi agar fisiknya sehat dan tidak mudah drop, seorang da’i harus kuat fisik dan mentalnya.

”Dengan kegiatan LKKI tersebut harapan kedepan semoga mereka sebagai generasi penerus tetap istiqomah dalam melestarikan agama islam di kampus” tutur Wawan Adi Nugroho selaku Ketua Fokmi USM.