Universitas Semarang

Tiga Mahasiswa USM Magang di Malaysia

Saiful Hadi | 24 December 2018

PENANG- Tiga Mahasiswa Berpestrasi (Mawapres ) Universitas Semarang (USM) mengikuti international internship program atau magang internasional di KJRI Penang Malaysia selama satu bulan dibawah koordaniasi Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr M Chaerul Latif MSI.

Ketiga mahasiswa tersebut antara lain Ajeng Arianta Aryan Putri (Fakultas Psikologi), Selly  Yunita (Fakultas ekonomi) , dan Ikka Yuhria Larasati ( Fakultas TIK).

Menurut Ketua International Volunteer and Internship Programs (IVI Pro) USM Dini Anggraheni MHum bahwa kegiatan ini dilakukan selama satu bulan dan berakhir pada Desember ini.

Adapun program yang sudah terlaksana antara lain serta membantu administratasi para Warga Negara Indonesia (WNI) di Penang Malaysia dan interview peangduan permasalahan yang dihadapi oleh TKI.

Ajeng Arianta Aryan Putri dan Ikka Yuhria Larasati ditempatkan di bagian  Konsuler yang menangani perlindungan dan pelayanan WNI seperti interview TKI, pembuatan paspor dan dokumen-dokumen TKI serta interview pengaduan TKI yang mengalami kekerasan oleh majikan dan masalah lain seperti tidak mendapatkan gaji dan lain-lain.

Sementara Selly di tempatkan di bagian imigrasi yang bertugas membantu kelancaran pembuatan paspor, perpanjangan paspor serta membantu kelancaran TKI terkait  dokumen imigrasi dan lain-lain.

“Program magang internasional ini semoga bisa memberikan manfaat positif bagi mahasiswa USM maupun WNI di Malaysia, mahasiswa bisa menambah softskill mereka sebelum lulus sehingga menjadi bekal mereka sebelum bekerja” ungap Dini.

“Saat ini USM juga telah menjalin kerja sama dengan KJRI Johor Bahru dengan melakukan berbagai kegiatan seperti pendampingan para TKI di Malaysia, dan sebelumnya USM juga mengirim tiga mahasiswa untuk melakukan magang internasional di Thailand” tambahnya.

Sementara dari pihak KJRI Penang berharap USM juga bisa melakukan sebagaimana yang telah dilakukan USM dengan KJRI Johor Bahru.

Konjen menghendaki penyuluhan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman bagi masyarakat desa mengenai TKI illegal di Malaysia melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Hal ini ditujukan untuk memberikan penyuluhan tentang nasib TKI Ilegal dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Konjen dan TKI yang bersangkutan, agar tidak lagi ada warga negara Indonesia yang menjadi TKI melalui jalur ilegal. Diharapkan mahasiswa USM dapat menjadi perpanjangan tangan KJRI untuk memberikan saran dan penyuluhan agar tidak mudah tertipu oknum agen.

Selainitu Konjen menginginkan adanya bantuan dari beberapa fakultas di USM untuk dapat mendukung kegiatan para TKI di Shelter KJRI seperti pelatihan pembuatan olahan pangan, pendampingan mental, pelatihan pengaturan keuangan dan lain-lain.(sf).