Universitas Semarang

Badan Penjaminan Mutu


Pelaksana Penjaminan Mutu Universitas Semarang didirikan pada tanggal 16 Agustus 2005 dengan nama Tim Monevin dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 14/SK/USM.H/I/2005 tentang susunan dan personalia Tim Monevin Universitas Semarang. Adapun tim tersebut mempunyai tugas utama antara lain pembuatan, penerapan dan pengembangan Sistem Manajemen Mutu serta pengembangan konsep-konsep dan desain mutu pendidikan di Universitas Semarang (USM).

Seiring berjalannya waktu pada tahun 2005 Tim Monevin dikembangkan tugas dan fungsinya sehingga berganti nama menjadi Badan Penjaminan Mutu (BPM) sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 177/SK/USM.H/I.2005 tentang pembubaran Tim Monevin dan diganti nama menjadi Badan Penjaminan Mutu sampai sekarang.

Visi
Menjadi organisasi penjaminan mutu yang kompeten dalam implementasi sistem manajemen mutu untuk terwujudnya USM unggul pada tahun 2023

Misi
1. Membangun dan mengembangkan model sistem penjaminan mutu untuk memenuhi dan melampaui standar nasional pendidikan tinggi.
2. Membangun dan mengembangkan Standar Mutu dan Prosedur Mutu.
3. Memastikan implementasi Sistem Penjaminan Mutu bagi seluruh unit.
4. Memastikan kepuasan pelanggan dan stakeholders terpenuhi.
5. Memberikan pelayanan dan pelatihan Sistem Penjaminan Mutu.
6. Membangun budaya mutu bagi sumber daya manusia dan organisasi.
7. Melakukan perbaikan yang terus menerus dalam implementasi dan pengembangan Sistem Jaminan Mutu.
8. Memberikan kontribusi positif terhadap nilai tambah Universitas Semarang.
Badan Penjaminan Mutu memiliki tujuan:
1. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan melalui akreditasi, untuk mewujudkan visi dan misinya.
2. Menjamin kepuasan stakeholders melalui pelayanan yang prima.
3. Memastikan terselenggaranya kegiatan akademik dan non akademik sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan melakukan Monitoring, Evaluasi Diri dan Audit Mutu Internal.
4. Meningkatkan mutu dan kualitas penyelenggaraan Universitas Semarang.
Badan Penjaminan Mutu Universitas Semarang, sebagai pengawal implementasi Sistem, maka memiliki Sasaran Mutu :
1. Ketersediaan dan kelengkapan dokumen Sistem Penjaminan Mutu.
2. Peningkatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu.
3. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta tindak lanjut hasil monev.
4. Pelaksanaan Audit Mutu Internal.
5. Tindak lanjut keluhan terhadap permasalahan penyelenggaraan Tri Dharma.
6. Peningkatan Kesadaran terhadap budaya mutu.
Universitas Semarang berkomitmen melaksanakan penjaminan mutu secara konsisten dan berkelanjutan untuk mewujudkan visi, melaksanakan misi dan mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui peningkatan budaya mutu.
Pada pertengahan tahun 2004, Senat Universitas Semarang (USM) telah menetapkan suatu kebijakan untuk menyusun sistem penjaminan mutu di USM. Kebijakan ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari pasal 57 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 20 Thaun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, lebih lanjut mengacu pada Undang Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Permen Dikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan TInggi dan Permen Dikbud Nomor 50 tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan TInggi. Didasarkan atas regulasi tersebut maka, penyelenggara dan pengelola USM mengacu pada pentingnya peningkatan mutu berkelanjutan. Dalam perencanaan strategis pendidikan nasional dewasa ini, isu utamanya adalah Penjaminan Mutu. Paradigma pengelolaan Universitas Semarang mengedapnkan akuntabilitas, tranparasi, otonomi, akreditasi, evaluasi dan kebersamaan yang semuanya diarahkan untuk peningkatan mutu berkelanjutan melalui tri dharma dan kegiatan penunjang lainnya.

Sistem penjaminan mutu di USM ditetapkan dengan menyelenggarakan tiga kegiatan evaluasi yang meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam bentuk kegiatan akreditasi institusi maupun program studi.

Standar Mutu telah ditetapkan dan dituangkan dalam sebuah dokumen tertulis Standar Mutu Akademik Universitas Semarang yang disahkan oleh Senat Universitas Semarang. Komponen mutu telah dideterminasi yang meliputi : kurikulum, sumber daya, mahasiswa, proses pembelajaran, prasarana – sarana, suasana akademik, keuangan, penelitian dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, tata pamong, manajemen lembaga, system informasi dan kerjasama (networking).

Standar mutu akademik terdiri atas :

a.     Standar Pendidikan;

b.     Standar Penelitian; dan

c.     Standar Pengabdian kepada Masyarakat

 

a.     Standar Pendidikan terdiri atas:

1.     Standar Kompetensi Lulusan;

2.     Standar Isi Pembelajaran;

3.     Standar Proses Pembelajaran;

4.     Standar Penelitian Pembelajaran;

5.     Standar Dosen Dan Tenaga Kependidikan;

6.     Standar Sarana Dan Prasarana Pembelajaran;

7.     Standar Pengelolaan Pembelajaran; dan

8.     Standar Pembiayaan Pembelajaran.

 

b.     Standar Penelitian terdiri atas:

1.     Standar Hasil Penelitian;

2.     Standar Isi Penelitian;

3.     Standar Proses Penelitian;

4.     Standar Penelitian Penelitian;

5.     Standar Peneliti;

6.     Standar Sarana Dan Prasarana Penelitian;

7.     Standar Pengelolaan Penelitian; dan

8.     Standar Pendanaan Dan Pembiayaan Penelitian.

 

c.     Standar Pengabdian terdiri atas:

1.     Standar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat;

2.     Standar Isi Pengabdian Kepada Masyarakat;

3.     Standar Proses Pengabdian Kepada Masyarakat;

4.     Standar Penilaian Pengabdian Kepada Masyarakat;

5.     Standar Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat;

6.     Standar Sarana Dan Prasarana Pengabdian Kepada Masyarakat;

7.     Standar Pengelolaan Pengabdian Kepada Masyarakat; dan

8.     Standar Pendanaan Dan Pembiayaan Pengabdian Kepada Masyarakat;

             Secara umum yang dimaksud dengan peminjaman mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasaan. Penjaminan mutu di Universitas Semarang adalah suatu perencanaan, penetapan, dan pemenuhan standar mutu secara konsisten dan berkelanjutan dalam pengelolaan Universitas, Fakultas, Program Studi dan Unit – unit pelaksanaan sehingga stakeholders memperoleh kepuasaan.

            Kegiatan evaluasi diri ini direncanakan, diselenggarakan, dimonitoring dan dievaluasi oleh Badan Penjamin Mutu (BPM) sebagai bentuk komitmen Universitas Semarang dalam meningkatkan budaya mutu. Selain itu peningkatan budaya mutu ini dipertanggung jawabkan  kepada masyarakat melalui evaluasi eksternal dalam bentuk kegiatan akreditas institusi, akreditas program studi oleh BAN-PT maupun LAM-PT, serta untuk pemenuhan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD-PT)

Dalam pelaksanaan kegiatan di setiap unit agar memiliki mekanisme dam prosedur yang jelas maka, prosedur system mutui yang telah ditetapkan wajib untuk dilaksanakan, dan dimonitor serta dievaluasi terhadap kepatuhan pelaksanaannya. Prosedur sistem mutu ini harus terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan perkembangan kegiatan.

Fungsi, peran dan kegiatan BPM dalam menjamin penerapan Sistem Penjaminan Mutu pada bidang pembelajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan bidang penunjang lain dalam rangka mencapai Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu dan Perencanaan Mutu adalah sebagai berikut:

 

Fungsi :

            Memberikan masukan dan rekomendasi kepada pimpinan universitas berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi sebagai suatu fungsi control penyelenggaraan tridharma dan tata kelola perguruan tinggi dalam rangka perbaikan mutu berkelanjutan.

 

Peran:

            Sesuai dengan UU No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi maka BPM memiliki peran sebagai pengendali mutu internal pelaksanaan kegiatan akademik maupun non akademik untuk meningkatkan kualitas layanan bagi stakeholders, kualitas output dan kualitas out come.

 

Kegiatan:

            Merencanakan dan mengembangkan Sistem Penjamin Mutu yang akan diterapkan.

1.     Menyiapkan dan menyusun perangkat/dokumen sistem mutu yang dalam rangka implimentasi Sistem Penjaminan Mutu.

2.     Mengawal implimentasi Sistem Penjaminan Mutu di semua unit.

3.     Melakukan monitoring implimentasi Sistem Penjaminan Mutu dan pengukuran Sasaran Mutu dan Rencana Mutu serta Evaluasi Diri.

4.     Melakukan worksop, konsultasi, tutorial, pendampingan dan kerjasama dalam bidang Sistem Penjaminan Mutu.

5.     Melakukan pengukuran kepuasan stakeholders.

6.     Melakukan Audit Mutu Internal (AMI) dalam pencapaian Sasaran Mutu dan Rencana Mutu.

7.     Melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai forum evaluasi dan tindak lanjut hasil AMI dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu.

8.     Melaporkan secara periodic kepada Rektor hal-hal yang berkaitan dengan implimentasi Sistem Penjaminan Mutu.

Menjalin jejaringan dengan pihak luar dalam hal Sistem Penjaminan Mutu.

            Kegiatan ini merupakan suatu evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) terhadap semua program studi yang menyusun dan melaporkan data dan aktivitas setiap semester. Kegiatan EPSBED dimaksudkan untuk memantau data masukan, sumber daya, aktivitas, iuran dan pranata tiap program studi, dalam rangka mengevaluasi pemenuhan standar normative.

            Disamping itu data tersedia yang selalu diperbarui setiap semester, dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam akreditasi dan ijin operasional. Semua program studi di USM telah menjalankan kegiatan EPSBED tiap semester, sejak semester gasal tahun 2002.

              Akreditasi merupakan proses evaluasi yang dilakukan lembaga lain (external evaluation). Lembaga akreditas pendidikan tinggi di Indonesia yang dikenal dan telah diakui adalah Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT). USM sampai saat ini melakukan tuga belas (13) Program Studi yang seluruhnya sudah terakreditasi. 1 program studi terakreditasi dengan peningkatan A; 9 program studi terakreditasi dengan peningkatan B dan 3 program studi terakreditasi dengan peringkat C.

            Selain seluruh program studi telah memperoleh peringkat akreditasi, untuk institusi juga telah memperoleh peringkat akreditasi B, hal ini membuktikan bahwa Universitas Semarang dalam penyelenggarakan akademik, non akademik serta kegiatan penunjang lainnnya berdasarkan azas transparansi, akuntabel dan berorientasi pada peningkatan mutu.

             Dilihat dari ketiga macam kegiatan maka Universitas Semarang mengarah pada pencapaian kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan (continuous quality improvement) yang dapat saling mendukung dan melengkapi.

               Seluruh pelaku proses pendidikan di USM harus memiliki komitmen terhadap budaya mutu yang tinggi untuk senantiasa menjamin dan meningkatkan mutu. Penyelenggara USM (Yayasan Alumni Universitas Diponegoro) memiliki komitmen tinggi dalam penjaminan mutu ini, salah satunya menyediakan dana termasuk pengadaan perangkat lunak on-line dalam rangka mengevaluasi atau mengaudit tiap program studi.

            Dengan komitmen ini diharapkan, bahwa pencapaian mutu merupakan proses yang tak pernah selesai (never ending process) dan peningkatan mutu merupakan proses terus menerus (on going process).