Universitas Semarang

Buka Progdi Pariwisata, USM Targetkan 30 Mahasiswa Masuk Ajaran Tahun 2020/2021

AYANG FITRIANTI, S.S. | 30 September 2020

Semarang – Universitas Semarang (USM) buka Program Studi baru, S1 Pariwisata, berkaitan dengan hal tersebut, Rektor Universitas Semarang (USM), Andy Kridasusila SE MM, menargetkan jumlah mahasiswa program studi S1 Pariwisata minimal mendapatkan 30 mahasiswa.

 

Hal itu mengacu pada peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mensyaratkan untuk prodi dengan jalur masuk IPS dengan jumlah minimal 30 mahasiswa.

 

Pembelajaran tatap muka secara online atau daring pada Prodi S1 Pariwisata akan mundur, hal tersebut dikarenakan SK terkait izin baru diserahkan pada 15 September 2020 lalu.

 

"Sehingga kami mengharapkan dalam semester ini sudah mendapatkan mahasiswa. Kami membuka pendaftaran sampai akhir Oktober 2020. Jadi,  khusus Prodi S1 Pariwisata. Maka, nanti mulai perkuliahan pada bulan November 2020, dan untuk Prodi S1 Pariwisata kegiatan perkuliahan akan dikebut."

 

"Karena dalam satu semester ada 16 kali tatap muka, sehingga kuliah akan dilaksanakan seminggu dua kali untuk mengejar ketertinggalan itu," tuturnya.

 

Dalam proses kuliah, selain akan menyelengarakan tatap muka secara online pada prodi tersebut juga akan dilaksanakan proses perkuliahan praktik tatap muka secara langsung.

 

"Untuk proses belajar mengajar kami tentu saja mengikuti apa-apa yang diputuskan oleh pemerintah pusat. Artinya, kalau kuliah tatap muka pasti akan diselenggarkan secara daring atau online," jelasnya.

 

Andy mengungkapkan, pemerintah melalui Kemendikbud sudah mengeluarkan kebijakan mengenai memperbolehkan kuliah praktik dengan tatap muka secara langsung, namun dengan peserta yang terbatas.


Prodi S1
Pariwisata USM yang berada di bawah Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, lanjut Andy, karena pihaknya memberi penekanan pada ICT (information, communication, dan technology) untuk bidang pariwisata.

 

"Jadi, ada dua konsentrasi, yakni destinasi wisata dan hospitality. Sehingga, dari situ kami kemas ICT, harapannya itu (sektor pariwisata, red) bisa terinformasikan dengan baik," tandasnya.