Universitas Semarang

KKN USM Di Gelar Januari 2021 Mengusung Konsep Back to Village

AYANG FITRIANTI, S.S. | 04 November 2020

Semarang – Universitas Semarang (USM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) akan kembali menggelar KKN yang bertema Back to Village (KKN BV).

Sebanyak 1.371 mahasiswa Universitas Semarang (USM) akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan dilakukan di daerah domisili masing-masing dengan konsep Back to Village tersebut.

Dengan konsep back to village, mahasiswa yang akan mengikuti KKN diharapkan bisa membantu mengurangi dampak resiko bencana pandemi covid-19 yang masih terjadi hingga kini kata Rektor USM, Andy Kridasusila SE MM, saat membuka acara Penyegaran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Back to Village (KKN BV) II semester Gasal 2020/2021 yang digelar secara daring, Selasa (3/11/2020).

"Kami berharap mahasiswa peserta KKN Back to Village ini nantinya dalam melaksanakan program kerjanya bisa terkait dengan pengurangan resiko bencana akibat pandemi covid-19 sehingga akan sangat memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Andy.

Selain itu Andy juga berpesan, mahasiswa harus bisa menyesuaikan terhadap perubahan di lingkungan yang ada.

"Sehingga mahasiswa KKN diharapkan bisa memberikan pendampingan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perubahan yang ada,seperti misalnya sekarang seluruh acara terselenggara menggunakan daring" pesannya.

Sementara, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM, Iswoyo SPt MP mengatakan, kegiatan KKN BV ini diikuti oleh 1.371 mahasiswa dengan melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebanyak 38 dosen dan pelaksanaan KKN rencananya akan digelar pada 12 Januari sampai 11 Februari 2021.

Sementara, Wakil Rektor III USM, Dr Supari, ST MT berharap, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dapat memberikan arahan kepada mahasiswa agar program kerja KKN BV ini sejalan dengan program pemerintah daerah di masing-masing domisili mahasiswa juga masih di dalam konsep USM mengenai Back to Village.

Beliau juga menginginkan bahwa program kerja ini tidak memberatkan mahasiswa dari sisi pembiayaan, visible, realistis, implementable, terukur, dalam rangka mendukung pengurangan resiko bencana covid-19. (HM)