Universitas Semarang

KKN USM Digelar Secara Online, Mengusung Tema Back To Village

AYANG FITRIANTI, S.S. | 12 June 2020

Semarang – Kemarin, Kamis 11 Juni 2020, mahasiswa USM dibekali oleh masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan ( DPL) mengenai Kuliah Kerja Nyata yang akan mereka laksanakan pada masa pandemi sekarang ini.

Para DPL memberikan dan menyampaikan informasi yang telah di berikan oleh Ketua LPPM , Iswoyo S.T., M.Pt pada online meeting Selasa lalu antara LPPM kepada DPL.

“Proker nanti akan sesuai dengan bidang ilmu masing-masing dan bersifat individu, kemudian dilaksanakan secara mandiri dari segala aspek. Nanti dari LPPM akan membantu untuk surat ijinnya melakukan KKN di masing2 daerah dengan mengupload ke web resmi LPPM.” Ujar Iswoyo kepada para DPL ketika melakukan pertemuan online Selasa lalu.

“Selain itu , ketua LPPM juga berpesan bahwa dalam KKN Individu ini, program dan laporanya otomatis Individu juga dan dilakukan minimal satu kali” kata Khoiruddin salah satu DPL yang memberikan pembekalan kepada Mahasiswa KKN.

“Pak Iswoyo juga berpesan  bahwa pelaksanaan memang tidak seperti biasanya, tidak ada jaket dll, jadi hanya menggunakan jaket almamater saja. Kelompok sasarannya nanti sesuai standart covid juga ya, hanya boleh mengumpulkan maksimal 5 orang, missal program cuci tangan, kalo targetnya 20 orang berarti 4x pelaksanaan.” Ujar Khoiruddin ketika menjelaskan secara online pada mahasiswa.

Pelepasan KKN Online USM sendiri akan dilaksanakan pada 22 Juni 2020 setelah dilakukan pembekalan oleh DPL, general test, survey, konsultasi.

Dijadwalkan akan dilaksanakan selama satu bulan ,dan laporan melalui video ke DPL setiap satu minggu sekali.

Rektor USM, Andy Kridasusila, S.E., M.M., sendiri berharap bahwa pelaksanaan KKN yang bertemakan Back To Village ini yang berarti kembali ke desa/asal mahasiswa masing-masing,  melalui relawan mahasiswa ini bisa sesuai dengan standart protokoler kesehatan, seperti memakai masker, menjaga kebersihan, mencuci tangan dll.

“Ya semoga meskipun KKN USM akan berbeda dari biasanya, dan dilakukan secara online, tidak akan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar dan mahasiswa bisa tetap lulus pada waktunya, jadi tidak ada yang terhambat baik dari Universitas maupun Mahasiswa, semua dapat saling mendukung untuk tetap berjalan beriringan.” Ujar Andy dalam pertemuan online.