Universitas Semarang

Kuliah Umum FTP USM, Pengembangan Produk Baru Berbasis Komoditas Lokal

Saiful Hadi | 11 January 2022

SEMARANG - Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang ( USM) menggelar kuliah umum pengembangan produk baru berbasis komoditas lokal pada Selasa 11 Januari 2022. 

 

Kuliah umum FTP USM mengangkat tema "Pengembangan Produk Baru Berbasis Komoditas Lokal dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur dari Kampus" dengan menghadirkan narasumber Guru Besar Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas, Padang Prof. Dr. Ir. Novizar Nazir, M.Si

 

Dalam kesempatan itu, Prof Novizar mengatakan, pengembangan produk baru harus didukung oleh enterpreneurship skill. 

 

"Jadi pengembangan produk baru berbasis komoditas lokal harus didukung oleh sains, teknologi, soft skill kemudian enterpreneurship skill dan itu harus dipersiapkan oleh perguruan tinggi," katanya. 

 

Secara sederhana, produk baru tersebut bisa saja produk lama akan tetapi dikemas ulang dengan modifikasi yang baru. 

 

Dengan adanya modifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai dari produk tersebut. 

 

"Jadi bagaimana kita meningkatkan nilai jual suatu produk berbasis komoditas lokal. Dengan kemasan baru sehingga nilai komersial meningkat," tandasnya.

 

Menurut Prof Novizar didalam pengembangan produk baru harus ada basic ilmu, teknologi, soft skill, skill kewirausahaan. 

 

"Jadi bagaimana pengembangan produk, meliputi ide, saring ide, uji coba, evaluasi, uji pasar hingga launching," ungkapnya. 

 

Selain itu untuk pengembangan produk baru berbasis komoditas lokal juga sangat perlu melibatkan perguruan tinggi. 

 

"Kerjasama dengan perguruan tinggi harus dibangun untuk perbaikan produk," tambahnya.

 

Dekan FTP USM Dr. Ir. Haslina, M.Si mengatakan, tujuan dalam rangka meningkatkan kualitas referensi peserta di bidang teknologi pangan dan hasil pertanian dan perkembangannya. 

 

"Kita semua berharap, melalui kegiatan kuliah tamu ini dapat menciptakan inovasi dan kreativitas pada pengembangan produk baru berbasis komoditas lokal," katanya. 

 

Selain itu, dapat menumbuhkan jiwa entrepreneurship dari kampus untuk memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi di bidang teknologi pangan.