Universitas Semarang

Pakem USM 2020 Digelar Melalui Daring

AYANG FITRIANTI, S.S. | 07 September 2020

Pakem USM 2020 Digelar Melalui Daring

Semarang – Universitas Semarang (USM) gelar Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (PAKEM) Semester Gasal Tahun 2020/2021, Sabtu (5/9/2020).

Kegiatan yang diikuti oleh 4.223 mahasiswa baru USM ini dipusatkan di Auditorium kampus USM dan dibuka oleh Rektor Universitas Semarang Andy KridasusilaSE MM, yang dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof H Abdullah Kelib SH, serta seluruh Dekan dan civitas akademika USM.

Meskipun dipusatkan di Auditorium USM, mahasiswa baru USM mengikuti Pakem ini secara online dari tempat mereka masing-masing.

Dalam sambutannya, Rektor USM Andy Kridasusila SE MM mengatakan, bahwa dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2020/2021 kali ini USM mampu menyerap hingga 4.223 mahasiswa.

“Jumlah ini membuat USM memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Kota Semarang. Ini akan memunculkan konsekuensi yang berkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan,” katanya.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan, dengan kampus yang semakin berkembang serta jumlah mahasiswa yang semakin banyak, USM berkewajiban untuk menciptakan lulusan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Tentunya tugas kami untuk menyampaikan kepada para mahasiswa bahwa Pola pikir dan etos kerja harus diubah, perguruan tinggi harus menjadi agen of development. Bagaimana USM harus menghasilkan SDM unggul, profesional, mandiri, menjauhi konflik kepentingan dan Berkeindonesiaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof H Abdullah Kelib SH mengatakan, dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini pihaknya bersyukur bahwa USM masih mampu menyerap sebanyak 4.223.

“Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah, dalam kondisi pandemi ini kita Universitas Semarang masih bias menerima mahasiswa cukup banyak” tutupnya.

Sedangkan, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Dr H Muladi SH yang juga hadir meskipun berada di Ibukota, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa berbekal doktrin USM yang meliputi unggul, profesional, mandiri, menjauhi konflik kepentingan dan Berkeindonesiaan merupakan modal yang baikuntuk seluruh civitas akademika USM.

“Modal tersebut ditambah dengan semangat kebebasan akademis, budaya akademis dan kejujur intelektual. Sehingga mampu menciptakan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia emas 2045,” tegasnya.